Pengertian Politik
Pada umumnya istilah politik dapat diartikan sebagai
bermacam-macam kegiatan dalam suatu system politk atau Negara yang menyangkut
proses menetukan tujuan-tujuan dari system itu dan melaksanakan tujuan-tujuan
itu. Politik menyangkut tujuan-tujuan seluruh masyarakat, termasuk kegiatan
berbagai kelompok baik partai poltik maupun individu. Konsep-konsep pokok
politik adalah Negara, kekuasaaan, pengambilan keputusan, kebijakan, dan
pembagian kekuasaan.Pengambilan keputusan menyangkut seleksi antara beberapa
alternative dan penyusutan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah
dipilih. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu, perlu ditentukan
kebijaksanaan-kebijaksanaan umum yang menyangkut pengaturan dan pembagian
sumber-sumber yang ada. Untuk melaksanakan kebijaksanaan itu, perlu dimiliki
kekuasaan dan kewenangan yang akan dipakai, baik untuk membina kerja sama
maupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin akan timbul dalam proses
tersebut.
Mahasiswa dan Gerakan Mahasiswa
Sebagai sebuah konsep, pengertian tentang mahasiswa masih sering menjadi
perdebatan. Perdebatan itu timbul karena mahasiswa di dalam konsepsi dan
realitas kenyataannya masih dipandang dari satu aspek saja dari sekian
banyaknya kompleksitas pengertian dan realita kehidupan suatu golongan
masyarakat.
Pertama, Mahasiswa sebagai individu. Mahasiswa adalah individu yang sedang
melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka menempuh pendidikan di perguruan
tinggi. Tugas pokok mahasiswa adalah untuk mendapatkan keahlian/ketrampilan
berdasarkan suatu/sejumlah ilmu tertentu. Kedua, Mahasiswa sebagai suatu
kelompok. Kelompok mahasiswa adalah bagian dari unsur masyarakat sipil, yaitu
suatu masyarakat yang melingkupi kehidupan sosial terorganisasi yang terbuka,
sukarela, lahir secara mandiri, otonom dari negara dan terikat pada tatanan
legal atau seperangkat nilai-nilai bersama. Karena itu ketika kita berbicara
tentang mahasiwa maka sebenarnya yang kita bicarakan adalah tentang gerakan
mahasiswa. Mahasiswa sebagai suatu gerakan adalah suatu kelompok masyarakat
yang memiliki karakter kritis, independen, dan obyektif. Impelmentasi dari hal
ini diwujudkan dalam karakter gerakannya. Gerakan mahasiswa biasanya dilakoni
oleh organisasi-organisasi kemahasiswaan di tingkatan kampus maupun di luar kampus
sebagai wujud dari peran mahasiswa ditengah masyarakat. Gerakan mahasiswa
memiliki prinsip sebagai gerakan moral yaitu gerakan mahasiswa dibangun diatas
nilai-nilai ketidakadilan atau kesewenang-wenangan kekuasaan. Sebagai gerakan
moral, mahasiswa melakukan kontrol sosial terhadap pemerintah sebagai upaya
artikulasi kepentingan masyarakat atau sebagai penyambung lidah rakyat.
Mahasiswa masuk dalam kancah dunia politik merupakan sesuatu yang sangat
baik jika memang dimaksudkan untuk berperan dalam pengawasan, pengabdian dan
memberi dampak positif terhadap bangsa dan negara. Dilihat kembali dalam
sejarah, dasar perubahan khususnya pada dunia politik hampir selalu dilakukan
oleh mahasiswa. Mahasiswa terbukti mampu menjadi pelopor dalam sejarah Bangsa. Contohnya
peran mahasiswa dengan kemahirannya dalam menjalankan fungsi sebagai kelompok
penggagas perubahan, mahasiswa telah berhasil melumpuhkan rezim orde baru dan
membawa Indonesia ke dalam suatu era yang saat ini sedang bergulir, yakni era
reformasi.Sehingga pendidikan politik secara formal & informal penting bagi
mahasiswa.
Konsepsi Peran Mahasiswa
Mahasiswa di era sekarang dituntut untuk bisa berperan aktif lebih banyak
lagi dalam berbagai persoalan, terutama menyangkut pesoalan bangsa. Fungsi
kontrol perlu ditunjukkan oleh mahasiswa. Karena peran mahasiswa sangat
diharapkan oleh masyarakat, tak berlebihan jika banyak harapan yang dipikul
oleh mahasiswa. Sebab dalam kerangka sosial mahasiswa mempunyai peran dan
fungsi yang cukup penting. Mahasiswa di sini diharapkan berperan sebagai agen
pengawasan (agent of control) dan agen dalam menuju perubahan ke arah yang
lebih baik.
Seharusnya mahasiswa juga tidak cukup kalau hanya menjadi praktisi
intelektual akademisi yang hanya duduk sambil mendengarkan dosen didalam forum
perkuliahan, hanya berkutat pada dunia perkuliahan, lebih dari pada itu
mahasiswa harusnya dituntut untuk berperan dalam agen perubahan (agent of
change) dan “social control” yang terjadi di sekitarnya. Masa depan negeri ini
membutuhkan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai hal dengan
pemikiran-pemikiran cerdasnya dan kegiatan-kegiatan intelektual yang dilakukan.
Mahasiswa berpolitik tak melulu dilakukan selayaknya orang-orang politik
dengan masuk partai tertentu, dalam masa belajar pun kita juga dapat berlatih
untuk mendalami politik dengan berorganisasi. Sudah selayaknya kita lihat bahwa
kualitas mahasiswa yang berorganisasi biasanya akan lebih baik bila
dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak ikut berorganisasi. Karena mahasiswa
yang berorganisasi, mereka akan mendapatkan ilmu yang lebih di dalam organisasi
tersebut. Banyak hal yang dipelajari di dalam organisasi tetapi tidak
didapatkan di forum perkuliahan. Di sinilah letak kelebihannya mahasiswa ikut
berorganisasi.
Tetapi banyak pula mahasiswa yang malas berorganisasi. Karena mereka takut
seandainya berorganisasi akan terganggu kuliahnya. Padahal di organisasi,
kesempatan untuk mengabdi sangat terbuka. Tidak mengherankan bila yang sibuk di
organisasi berdampak pada penyelesaian tugas kuliah. Ada juga yang mampu
menyelesaikan tugas kuliah sesuai dengan schedule. Namun semua itu juga
tergantung minat dan keteguhan mahasiswa itu sendiri.
Mahasiswa(Agent of
control)& Permasalahannya
Peran dan pengabdian mahasiswa dalam pengawasan (agent of control) berbagai
kebijakan pemerintah dapat di wujudkan dengan membangun
organisasi/kelompok/aliansi yang berperan mengawasi dan memberi masukan pada
saat perumusan suatu kebijakan pemerintah, ikut bersama-sama mengawasi
implementasi kebijakan yang telah dilakukan, dan mengawasi sekaligus
mengevaluasi efektivitas saat pelaksanaan kebijakan dan manfaatnya bagi
masyarakat.
Masalah utama kurangnya kesadaran berpolitik di kalangan mahasiswa adalah
karena cukup kurang adanya contoh perilaku baik, terbuka, berjuang penuh demi
bangsa dan negara pada elit-elit politik. Namun mudah-mudahan dengan masuknya
mahasiswa ke dalam suatu organisasi/lembaga sosial kemasyarakatan, dapat
menjadi batu loncatan kesadaran mahasiswa dalam perannya ikut memberi solusi
dalam berbagai masalah bangsa untuk mencapai suatu kemakmuran.
Banyak peran yang dapat dilakukan seorang mahasiswa sebagai kaum
Intelektual di dalam suatu organisasi. Dapat juga membuka pikiran untuk
mengetahui tujuan menjadi mahasiswa yang Intelektual agar menjadi agen perubahan
dan agen pengawasan dalam pengabdian demi kepentingan rakyat. Pertanyaannya
apakah saat kuliah, hanya diperuntukkan untuk mencari ilmu demi modal kelak
kerja semata lantas pengabdian terhadap negara dikesampingkan begitu saja?
Gerakan berpolitik mahasiswa saat ini kerap ditunjukkan dengan gerakan
suatu aksi dengan turun ke jalan. Dalam melakukan gerakan tersebut, kepedulian
mahasiswa akan masalah dan situasi politik harus bertumpu pada idealisme
kerakyatan, yaitu mengkritisi peran atau kebijakan penguasa yang tidak sesuai
dengan aspirasi rakyat dengan memberikan solusinya. Maka dari itu, pengabdian
tidak harus menunggu selesainya kuliah.Memperjuangkan kepentingan rakyat dan
negara ketika masih kuliah, merupakan bagian dari pengabdian sebagai tindakan kepedulian
mahasiswa akan berbagai masalah bangsa dan polemik politik. Jadi pengabdian
bukan hanya mengajar seperti guru atau semacamnya.Melainkan terlibat dalam
kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan rakyat jelas bagian dari suatu
pengabdian.Namun banyak juga anggapan apakah gerakan turun ke jalan yang selama
ini sering dilakukan oleh mahasiswa, timbul karena idealisme sendiri untuk
rakyat ataukah malah karena suruhan golongan tertentu.
Sebagai generasi yang tingkat pendidikannya tinggi, semestinya mahasiswa
diharapkan harus dan sewajarnya ikut berperan sebagai pengontrol (agent of
control) dinamika perjalanan bangsa.
Mahasiswa harus perperan ikut mengawasi untuk memastikan dinamika politik
menjurus ke arah yang sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Hal inilah yang
kemudian seharusnya menjadi kesadaran bagi para mahasiswa agar mau peduli dalam
kancah perpolitikan dan peduli akan kemajuan tanah air.
Bilamana selama ini banyak tindakan anarkis yang dilakukan saat mahasiswa
melakukan aksi turun ke jalan, seharusnya janganlah selalu menuduh bahwa
kelakuan tersebut merupakan tujuan selanjutnya sesaat setelah aksi bersuara
membela kepentingan rakyat.
Bisa saja mereka berbuat semacam itu karena adanya provokasi, adanya
penyusup, tunggangan golongan terntentu (seperti penjelasan tadi), atau bisa
juga terbawa emosi. Diharapkan mahasiswa sadar bahwa saat ini musuh mereka
adalah kemiskinan, korupsi, dan hal-hal lain yang mengganggu masalah
kepentingan masyarakat dan kemakmuran bangsa.Bukan malah berselisih dengan pemerintah,apalagi
pihak keamanan.
Tidak semata-mata juga mahasiswa hanya melakukan aksi turun ke jalan dan
berkoar melakukan orasi dalam menyampaikan cerminan dari kondisi bangsa saat
sedang ada masalah. Bisa jadi itu hanya awal dari sekian langkah yang akan ditempuh
mahasiswa untuk mengakomodir kepentingan rakyat.
Semua warga negara termasuk mahasiswa berhak untuk berpartisipasi dalam
pengawasan, formulasi, serta implementasi kebijakan pemerintah yang digulirkan.
Namun mahasiswa mempunyai peran yang lebih strategis dalam mengawal kekuasaan
agar output kebijakan dapat berpihak pada masyarakat.
Sekali lagi mahasiswa diharapkan dapat terjun ke arena politik dalam rangka
berpartisipasi dalam pengawasan, formulasi, serta implementasi kebijakan
pemerintah.
Demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, makmur dan
berkeadilan secara demokratis. Disini mahasiswa secara individual maupun
kelompok, harus berani unjuk gigi dalam mengajukan gagasan, pikiran, solusi
atau interpretasi mengenai apa yang menjadi kehendak dari mayoritas rakyat demi
kepentingan masyarakat dan bangsa.
Peran Mahasiswa dalam
Pelaksanaan Politik
Kesadaran berpolitik
mahasiswa kini mulai memudar, hal itu terjadi akibat kultur modernisasi dan
globalisasi yang cenderung mengikis idealisme. Dalam dunia politik terjadinya
perselisihan dan perseteruan para politisi bukanlah hal yang asing didengar
karena biasanya kawan bisa menjadi lawan. Proses lobi-lobi politik yang sengit
terjadi pada pemerintahan, ditambah banyaknya berita korupsi oleh pejabat
negara yang disuguhkan dalam program berita telivisi maupun dalam media massa
secara terus-menerus. Hal demikianlah yang menjadikan anak muda Indonesia
menjadi lebih apatis, acuh pada pemerintahan sendiri bahkan tidak ingin tahu
apa yang terjadi pada keadaan Negara ini.
Padahal dalam bentangan
sejarah negeri ini, mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan.
Peristiwa tritura, supersemar, sampai pada penggulingan rezim otoriter, pemuda
mengambil beran penting yang banyak dalam hal ini. Dan saatnya kini Indonesia
memerlukan pemuda dalam mengisi kemerdekaan yang telah dicapai orang-orang
jaman dahulu, salah satunya pemuda harus berkiprah dalam dunia politik. Dalam
perguruan tinggi terdapat trilogy pendidikan yang salah satunya yaitu untuk
mengabdi kepada masyarakat. Melalui ide dan pemikiran cedasnya kaum intelektual
ini harusnya mampu membawa Indonesia lepas dari persoalan–persoalan sosial
ekonimi Indonesia. Banyaknya kajian dan kegiatan akademisi mahasiswa hendaknya
tidak lepas dari kepentingan publik karena mereka belum memiliki kepentingn
penting dalam politik. Mahasiswa masih bersifat netral (bebas nilai) dalam
pergerakannya.
Karena itu, kesadaran
berpolitik mahasiswa kini perlu ditingkatkan. Mahasiswa jangan hanya kuliah,
lebih dari itu harus merakyat dan peduli akan kepentingan rakyat. Kita tentu
sering melihat berita baik di media elektronik maupun membaca di media cetak
tentang pergerakan rakyat ketika menentang suatu kebijakan dari Pemerintah,
suatu kebijakan yang seringkali dipandang mencederai perasaan rakyat, karena
seolah ditindas dan dirugikan oleh kebijakan yang kurang bijak tersebut. Hampir
dalam setiap aksi demonstrasi, baik yang secara damai maupun yang menimbulkan
aksi vandalisme, mayoritas pelakunya adalah mahasiswa.
Mengapa selalu mahasiswa?
bisa jadi karena mahasiswa dianggap kaum yang kritis akan agenda-agenda
kebijakan pemerintah, sudah seharusnya mereka kritis dalam mengontrol jalannya
pemerintahan. Jangan sampai mahasiswa ikut terbawa arus media yang membawa
mereka pada kebingungan ditengah banyaknya isu-isu yang diberitakan. Mahasiswa
harus pandai-pandai menyaring opini dan fakta yang terjadi melalui
kejian-kajian akademis. Yang lebih penting mahasiswa yang memiliki peran
strategis antara rakyat dan pemerintah, mereka mapu mencegah adanya
tindakan-tindakan menyimpang oleh pemerintah. Fungsi sosial kontrol
disini sangatlah efektif jika dilakukan juga oeh mahasiswa yang mempunyai
posisi yang strategis. Kestrategisan mahasiswa juga dalam hal memilih pemimpin
negaranya baik dalam pemilu presiden maupun pemilu kepala daerah. Mahasiswa
disini perlu memberikan edukasi kepada
masyarakat supaya tidak mudah percaya pada mereka yang menggunakan money politic dalam kampenya
Politik Sebenanya
memiliki andil yang sangat besar bagi berlangsungnya kehidupan berbangsa dan
negara, untuk itu kita semua sebagai warga masyarakat harus turut andil
didalamnya. Politik telah menjangkau seluruh aspek-aspek dalam tiap sendi
kehidupan bernegara, mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan, pembangunan
hubungan masyarakat, serta kebijakan nasional. Lebih dari itu isu politik
hendaknya menjadi agenda mendesak yang harus dibicarakan oleh semua kalangan
intelektual maupun masyarakat awam. Banyaknya kasus penyalahgunaan wewenag
korupsi serta patologi sebagai ekses dalam birokrasi pemerintahan bukanlah
alasan masyarakat Indonesia menjdi anti politik dan menghindarinya. Justru ini
semua menjadi tantangan kita bersama sebagai warga Negara yang baik perduli
pada bangsa yang telah mengalami krisis kepemimpinan ini.
Alasan-alasan Pemuda
Mahasiswa sadar poltik alasan lain bahwa Pelajaran politik bukan hanya sebatas
teori yang diberikan dosen dalam kelas maupun teks dalam buku-buku saja.
Politik dekat kaitannya dengan keahlian atau skill, seperti proses manajemen lobi
dan negoisasi. Keterampilan politis tersebut dapat diasah sejak muda melalui
gerakan mahasiswa, sehingga saatnya nanti pemuda tidak gagap akan dunia
perpolitikan. Karena merekalah yang selanjutnya akan meneruskan perjuangan
kepemimpinan dimasa depan (future leader).
Pelaksanaan politik praktis sejak kehidupan dikampus memberikan ruang gerak
bagi mahasiswa karena dianggap kampuslah tempat miniatur Negara dimana proses
politik dan birokrasi berjalan didalamnya. Dalam era demokrasi seperti sekarang
mahasiswa belajar menyampaikan pendapat didepan umum melakukan negosiasi dan
audiensi dengan pejabat kampus sampai aksi turun jalan dilakukan lepas dari
benar atau salah tindakan mereka. Kampuslah tempat atau sarana terbaik dalam
pembelajaran sebelum mahasiswa sepenuhnya turun dalam kehidupan sebenarnya
dimasyarakat. Sebelum dia benar-benar terjun dalam perpolitikan di Indonesia
alangkah baiknya jika mereka memulai langkahnya sejak berada pada sekolah
tinggi.
Mahasiswa dan politik
praktis merupakan istilah yang seringkali dipandang sebagai dua entitas yang
saling berbenturan. Wajar, mahasiswa adalah masyarakat terdidik yang dibiasakan
untuk berpikir dan bertindak atas nama tanggungjawab ilmiah dan kepentingan
kemanusiaan yang universal. Sedangkan politik praktis adalah terma yang sangat
berkait dengan perebutan kekuasaan, gesekan antar golongan bahkan
kepentingan-kepentingan pragmatis. Banyak hal yang bisa mahasiswa lakukan
sebagai langkah konkrit mereka berpartisipasi dalam politik, seperti yang
melakukan kajian-kajian terhadap isu maupun kebijakan pemerintah yang dianggap
kurang berpihak terhadap rakyat banyak. Kemudian langkah nyata lain selain
mereka terjun langsung ke partai politik untuk menjadi kader yang handal dan
membela kepentingan rakyat, mereka juga bisa berdiri sendiri atau independen
dalam lembaga swasta maupun non swasta yang tugasnya mengontrol pemerintahan.
Contohnya yaitu mengikuti LSM, Ombusman dan sebagainya.
Belakangan ini fenomena
aksi atau demonstrasi oleh mahasiswa telah banyak dilihat dalam sebagian besar
perguruan tinggi, namun kemurnian gerakan ini kadang diragukan mengingat banyak
dari mereka yang melakukan tindak kekerasan atau kriminal dengan merusak
fasilitas umum dan membuat kemacetan disepanjang jalan, bahkan tawuran antar
pendemo maupun warga sekitar. Mereka harusnya mampu menempatkan diri dan
menyadari tujuan awal mereka melakukan aksi, bukan malah akhirnya kepentingan
umum menjadi terganggu karenanya. Oleh karena itu mulai dari diri masing-masing
mahasiswa hendaknya sekarang mulai dikembangkan kepedulian sosial sikap kritis
dan idealis kuat akan pendiriannya dan tak mudah terhasut oleh
kepentingan-kepentingan segelintir orang. Akhirnya dimasa yang akan datang
lahirlah tokoh-tokoh besar yang ideal dalam sejarah Indonesai. “Karena kita Para
Pemuda Indonesia harus menjadi bagian dari dentuman besar sejarah itu, bukan
hanya sebagai penonton saja” anonym. (diambil dari berbagai sumber)
Mahasiswa masuk dalam kancah dunia politik
merupakan sesuatu yang sangat baik jika memang dimaksudkan untuk berperan dalam
pengawasan, pengabdian dan memberi dampak positif terhadap bangsa dan negara.
Dilihat kembali dalam sejarah, dasar perubahan khususnya pada dunia politik
hampir selalu dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa terbukti mampu menjadi
pelopor dalam sejarah Bangsa. Contohnya peran mahasiswa dengan kemahirannya
dalam menjalankan fungsi sebagai kelompok penggagas perubahan, mahasiswa telah
berhasil melumpuhkan rezim orde baru dan membawa Indonesia ke dalam suatu era
yang saat ini sedang bergulir, yakni era reformasi. Oleh karena itu, pendidikan
politik secara formal dan informal dinilai sangat penting bagi mahasiswa.
Seharusnya
mahasiswa juga tidak cukup kalau hanya menjadi praktisi intelektual akademisi
yang hanya duduk sambil mendengarkan dosen didalam forum perkuliahan, hanya
berkutat pada dunia perkuliahan, lebih dari pada itu mahasiswa harusnya
dituntut untuk berperan dalam agen perubahan (agent of change) dan “social
control” yang terjadi di sekitarnya. Masa depan negeri ini membutuhkan keterlibatan
mahasiswa dalam berbagai hal dengan pemikiran-pemikiran cerdasnya dan
kegiatan-kegiatan intelektual yang dilakukan.
Mahasiswa seharusnya perlu berperan aktif lebih banyak lagi dalam berbagai persoalan, terutama menyangkut pesoalan bangsa. Fungsi kontrol perlu ditunjukkan oleh mahasiswa. Karena peran mahasiswa sangat diharapkan oleh masyarakat, tak berlebihan jika banyak harapan yang dipikul oleh mahasiswa. Sebab dalam kerangka sosial mahasiswa mempunyai peran dan fungsi yang cukup penting. Mahasiswa di sini diharapkan berperan sebagai agen pengawasan (agent of control) dan agen dalam menuju perubahan ke arah yang lebih baik.
Mahasiswa berpolitik tak melulu dilakukan selayaknya orang-orang politik dengan masuk partai tertentu, dalam masa belajar pun kita juga dapat berlatih untuk mendalami politik dengan berorganisasi. Sudah selayaknya kita lihat bahwa kualitas mahasiswa yang berorganisasi biasanya akan lebih baik bila dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak ikut berorganisasi. Karena mahasiswa yang berorganisasi, mereka akan mendapatkan ilmu yang lebih di dalam organisasi tersebut. Banyak hal yang dipelajari di dalam organisasi tetapi tidak didapatkan di forum perkuliahan. Di sinilah letak kelebihannya mahasiswa ikut berorganisasi.
Tetapi banyak pula mahasiswa yang malas berorganisasi. Karena mereka takut seandainya berorganisasi akan terganggu kuliahnya. Padahal di organisasi, kesempatan untuk mengabdi sangat terbuka. Tidak mengherankan bila yang sibuk di organisasi berdampak pada penyelesaian tugas kuliah. Ada juga yang mampu menyelesaikan tugas kuliah sesuai dengan schedule. Namun semua itu juga tergantung minat dan keteguhan mahasiswa itu sendiri.
Peran dan pengabdian mahasiswa dalam pengawasan (agent of control) berbagai kebijakan pemerintah dapat di wujudkan dengan membangun organisasi/kelompok/aliansi yang berperan mengawasi dan memberi masukan pada saat perumusan suatu kebijakan pemerintah, ikut bersama-sama mengawasi implementasi kebijakan yang telah dilakukan, dan mengawasi sekaligus mengevaluasi efektivitas saat pelaksanaan kebijakan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Masalah utama kurangnya kesadaran berpolitik di kalangan mahasiswa adalah karena cukup kurang adanya contoh perilaku baik, terbuka, berjuang penuh demi bangsa dan negara pada elit-elit politik. Namun mudah-mudahan dengan masuknya mahasiswa ke dalam suatu organisasi/lembaga sosial kemasyarakatan, dapat menjadi batu loncatan kesadaran mahasiswa dalam perannya ikut memberi solusi dalam berbagai masalah bangsa untuk mencapai suatu kemakmuran.
Banyak peran yang dapat dilakukan seorang mahasiswa sebagai kaum Intelektual di dalam suatu organisasi. Dapat juga membuka pikiran untuk mengetahui tujuan menjadi mahasiswa yang Intelektual agar menjadi agen perubahan dan agen pengawasan dalam pengabdian demi kepentingan rakyat. Pertanyaannya apakah saat kuliah, hanya diperuntukkan untuk mencari ilmu demi modal kelak kerja semata lantas pengabdian terhadap negara dikesampingkan begitu saja?
Gerakan berpolitik mahasiswa saat ini kerap ditunjukkan dengan gerakan suatu aksi dengan turun ke jalan. Dalam melakukan gerakan tersebut, kepedulian mahasiswa akan masalah dan situasi politik harus bertumpu pada idealisme kerakyatan, yaitu mengkritisi peran atau kebijakan penguasa yang tidak sesuai dengan aspirasi rakyat dengan memberikan solusinya. Maka dari itu, pengabdian tidak harus menunggu selesainya kuliah. Memperjuangkan kepentingan rakyat dan negara ketika masih kuliah, merupakan bagian dari pengabdian sebagai tindakan kepedulian mahasiswa akan berbagai masalah bangsa dan polemik politik. Jadi pengabdian bukan hanya mengajar seperti guru atau semacamnya. Melainkan terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan rakyat jelas bagian dari suatu pengabdian.
Mahasiswa seharusnya perlu berperan aktif lebih banyak lagi dalam berbagai persoalan, terutama menyangkut pesoalan bangsa. Fungsi kontrol perlu ditunjukkan oleh mahasiswa. Karena peran mahasiswa sangat diharapkan oleh masyarakat, tak berlebihan jika banyak harapan yang dipikul oleh mahasiswa. Sebab dalam kerangka sosial mahasiswa mempunyai peran dan fungsi yang cukup penting. Mahasiswa di sini diharapkan berperan sebagai agen pengawasan (agent of control) dan agen dalam menuju perubahan ke arah yang lebih baik.
Mahasiswa berpolitik tak melulu dilakukan selayaknya orang-orang politik dengan masuk partai tertentu, dalam masa belajar pun kita juga dapat berlatih untuk mendalami politik dengan berorganisasi. Sudah selayaknya kita lihat bahwa kualitas mahasiswa yang berorganisasi biasanya akan lebih baik bila dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak ikut berorganisasi. Karena mahasiswa yang berorganisasi, mereka akan mendapatkan ilmu yang lebih di dalam organisasi tersebut. Banyak hal yang dipelajari di dalam organisasi tetapi tidak didapatkan di forum perkuliahan. Di sinilah letak kelebihannya mahasiswa ikut berorganisasi.
Tetapi banyak pula mahasiswa yang malas berorganisasi. Karena mereka takut seandainya berorganisasi akan terganggu kuliahnya. Padahal di organisasi, kesempatan untuk mengabdi sangat terbuka. Tidak mengherankan bila yang sibuk di organisasi berdampak pada penyelesaian tugas kuliah. Ada juga yang mampu menyelesaikan tugas kuliah sesuai dengan schedule. Namun semua itu juga tergantung minat dan keteguhan mahasiswa itu sendiri.
Peran dan pengabdian mahasiswa dalam pengawasan (agent of control) berbagai kebijakan pemerintah dapat di wujudkan dengan membangun organisasi/kelompok/aliansi yang berperan mengawasi dan memberi masukan pada saat perumusan suatu kebijakan pemerintah, ikut bersama-sama mengawasi implementasi kebijakan yang telah dilakukan, dan mengawasi sekaligus mengevaluasi efektivitas saat pelaksanaan kebijakan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Masalah utama kurangnya kesadaran berpolitik di kalangan mahasiswa adalah karena cukup kurang adanya contoh perilaku baik, terbuka, berjuang penuh demi bangsa dan negara pada elit-elit politik. Namun mudah-mudahan dengan masuknya mahasiswa ke dalam suatu organisasi/lembaga sosial kemasyarakatan, dapat menjadi batu loncatan kesadaran mahasiswa dalam perannya ikut memberi solusi dalam berbagai masalah bangsa untuk mencapai suatu kemakmuran.
Banyak peran yang dapat dilakukan seorang mahasiswa sebagai kaum Intelektual di dalam suatu organisasi. Dapat juga membuka pikiran untuk mengetahui tujuan menjadi mahasiswa yang Intelektual agar menjadi agen perubahan dan agen pengawasan dalam pengabdian demi kepentingan rakyat. Pertanyaannya apakah saat kuliah, hanya diperuntukkan untuk mencari ilmu demi modal kelak kerja semata lantas pengabdian terhadap negara dikesampingkan begitu saja?
Gerakan berpolitik mahasiswa saat ini kerap ditunjukkan dengan gerakan suatu aksi dengan turun ke jalan. Dalam melakukan gerakan tersebut, kepedulian mahasiswa akan masalah dan situasi politik harus bertumpu pada idealisme kerakyatan, yaitu mengkritisi peran atau kebijakan penguasa yang tidak sesuai dengan aspirasi rakyat dengan memberikan solusinya. Maka dari itu, pengabdian tidak harus menunggu selesainya kuliah. Memperjuangkan kepentingan rakyat dan negara ketika masih kuliah, merupakan bagian dari pengabdian sebagai tindakan kepedulian mahasiswa akan berbagai masalah bangsa dan polemik politik. Jadi pengabdian bukan hanya mengajar seperti guru atau semacamnya. Melainkan terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan rakyat jelas bagian dari suatu pengabdian.
Namun banyak juga anggapan apakah gerakan turun ke jalan yang selama ini sering dilakukan oleh mahasiswa, timbul karena dorongan idealismenya sendiri demi kepentingan rakyat ataukah hanya suruhan golongan tertentu untuk kepentingan golongan tersebut?
Sebagai generasi yang tingkat pendidikannya tinggi, semestinya mahasiswa diharapkan harus dan sewajarnya ikut berperan sebagai pengontrol (agent of control) dinamika perjalanan bangsa. Mahasiswa harus perperan ikut mengawasi untuk memastikan dinamika politik menjurus ke arah yang sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Hal inilah yang kemudian seharusnya menjadi kesadaran bagi para mahasiswa agar mau peduli dalam kancah perpolitikan dan peduli akan kemajuan tanah air.
Bilamana selama ini banyak tindakan anarkis yang dilakukan saat mahasiswa melakukan aksi turun ke jalan, seharusnya janganlah selalu menuduh bahwa kelakuan tersebut merupakan tujuan selanjutnya sesaat setelah aksi bersuara membela kepentingan rakyat. Bisa saja mereka berbuat semacam itu karena adanya provokasi, adanya penyusup, tunggangan golongan terntentu (seperti penjelasan tadi), atau bisa juga terbawa emosi. Diharapkan mahasiswa sadar bahwa saat ini musuh mereka adalah kemiskinan, korupsi, dan hal-hal lain yang mengganggu masalah kepentingan masyarakat dan kemakmuran bangsa. Bukan malah berselisih dengan pemerintah, apalagi pihak keamanan.
Tidak semata-mata juga mahasiswa hanya melakukan aksi turun ke jalan dan berkoar melakukan orasi dalam menyampaikan cerminan dari kondisi bangsa saat sedang ada masalah. Bisa jadi itu hanya awal dari sekian langkah yang akan ditempuh mahasiswa untuk mengakomodir kepentingan rakyat.
Semua warga negara termasuk mahasiswa berhak untuk berpartisipasi dalam pengawasan, formulasi, serta implementasi kebijakan pemerintah yang digulirkan. Namun mahasiswa mempunyai peran yang lebih strategis dalam mengawal kekuasaan agar output kebijakan dapat berpihak pada masyarakat.
Sekali lagi mahasiswa diharapkan dapat terjun ke arena politik dalam rangka berpartisipasi dalam pengawasan, formulasi, serta implementasi kebijakan pemerintah. Demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, makmur dan berkeadilan secara demokratis. Disini mahasiswa secara individual maupun kelompok, harus berani unjuk gigi dalam mengajukan gagasan, pikiran, solusi atau interpretasi mengenai apa yang menjadi kehendak dari mayoritas rakyat demi kepentingan masyarakat dan bangsa.
TUGAS PANCASILA
PERAN SERTA ADNAN BONBALAN SEBAGAI
MAHASISWA
DALAM PELAKSANAAN POLITIK
O
L
E
H
NAMA : ADNAN J. BONBALAN
NIM : 13110189
STIKOM ARTHA BUANA KUPANG
2013

06.27
Adnan Julianto


0 komentar:
Posting Komentar